September 24, 2015

(Medan, 23 September 2015) Pada hari Selasa tanggal 22 September 2015, pukul 23.00 WIB, telah lahir seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan dengan tinggi 80 cm dan berat 95 kg. Anak gajah tersebut lahir dalam keadaan sehat, dari Induk Gajah bernama Agustin. Kelahiran anak gajah ini merupakan yang ketiga pada tahun ini setelah dua kelahiran sebelumnya yaitu dari Induk Gajah atas nama Yuni (tanggal 19 Juli 2015) dan Induk Gajah atas nama Olive (tanggal 1 September 2015). 

Dengan adanya kelahiran anak gajah ini, jumlah gajah jinak di CRU Tangkahan saat ini menjadi sebanyak 10 (sepuluh) ekor, yaitu 8 (delapan) ekor betina dan 2 (dua) ekor jantan. Kelahiran-kelahiran anak gajah ini membuktikan bahwa lingkungan pendukung populasi gajah jinak di CRU Tangkahan dalam keadaan kondusif. Salah satu indikator populasi satwa liar telah terhabituasi dengan lingkungannya adalah adanya proses reproduksi dalam populasi satwa tersebut.

Kondisi 3 (tiga) ekor anak gajah yang baru lahir tersebut masih sangat rentan sehingga saat ini dilakukan monitoring yang intensif terhadap kesehatan anak-anak gajah tersebut. Monitoring yang intensif terhadap anak-anak gajah yang baru lahir dilakukan pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) bekerjasama dengan Yayasan CRU Tangkahan dan Vesswic. Harapannya, ketiga anak gajah tersebut dapat bertahan hidup sampai dengan dewasa, sehingga dapat menambah prestasi kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam bidang konservasi satwa liar dilindungi.

Anak gajah yang terlahir pada tanggal 19 Juli 2015 dari induk Yuni telah diberi nama “Albertina”. Nama anak gajah tersebut diberikan oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disampaikan kepada Kepala Balai Besar TNGL melalui Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Penyematan nama dilakukan oleh Kepala Balai Besar TNGL pada tanggal 5 September 2015 di Tangkahan.

Kepala Balai Besar TNGL, Drs. Andi Basrul menegaskan, "Sesuai dengan pasal 4 Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 bahwa konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban pemerintah serta masyarakat, sehingga kami masih mengharapkan konstribusi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak baik lembaga pemerintah, lembaga non pemerintah serta masyarakat untuk mendukung upaya-upaya kami dalam konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, khususnya di kawasan TNGL dan sekitarnya”.

Copyright 2007-2017 by Wildlife Conservation Society

WCS, the "W" logo, WE STAND FOR WILDLIFE, I STAND FOR WILDLIFE, and STAND FOR WILDLIFE are service marks of Wildlife Conservation Society.

Contact Information
Address: 2300 Southern Boulevard Bronx, New York 10460 Phone Number: (718) 220-5100