June 12, 2016
  • Dari tiga orang pedagang gading gajah sumatera, dua diantaranya telah memperdagangkan barang tersebut sejak tahun 2000.
  • Salah satu pelaku merupakan oknum staff Dinas Perikanan
  • Turut disita empat puluh tiga pipa rokok terbuat dari gading gajah

Bogor, 11 Juni 2016 – Kepolisian Daerah (POLDA) Lampung, didukung oleh Wildlife Crimes Unit (WCU) dan Rhino Protection Unit (RPU) berhasil mengungkap jaringan perdagangan gading gajah sumatera di Lampung pada Kamis, 9 Juni 2016. Para pelaku ditangkap di SPBU Desa Labuhan Ratu, Way Jepara, ketika akan melakukan transaksi perdagangan pipa rokok terbuat dari gading gajah. Salah satu pelaku diketahui merupakan oknum Dinas Perikanan Lampung Timur.

Pelaku yang berinisial Sya, Ali, dan Ton menawarkan 43 pipa rokok terbuat dari gading Gajah Sumatera. Masing-masing pelaku mempunyai peran yang berbeda di dalam melakukan transaksi penjualan pipa gading. Ton merupakan pemilik pipa gading, Ali yang menawarkan pipa rokok ke pembeli, dan Say merupakan penghubung (kurir) antara Ali dan pembeli. Dua pelaku, yaitu Say dan Ali merupakan pemain lama di dalam bisnis illegal jual beli gading gajah. Mereka diyakini melakukan perdagangan gading gajah sejak tahun 2000-an di sekitar Way Kambas dan wilayah lain di Lampung. Para pelaku dapat dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) jo Pasal 40 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda maksimal Rp. 100.000.000.00 (seratus juta rupiah).

Country Director WCS – Indonesia Program, Dr. Noviar Andayani mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi kerja Polda Lampung, WCU, dan RPU yang telah bekerjasama memberantas perdagangan gading Gajah Sumatera. Pengawalan kasus ini harus dilakukan dengan tuntas untuk memastikan para pelaku mendapatkan efek jera.”

Gajah sumatera saat ini dikategorikan sebagai satwa asli Sumatera yang kritis terhadap ancaman kepunahan (critically endangered). Populasinya di alam menurun drastis akibat perburuan, dan kerusakan habitat yang memicu timbulnya konflik antara gajah dengan manusia. Survei yang secara sistematis dilakukan di tahun 2000 oleh WCS-IP menunjukkan bahwa jumlah populasi gajah di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) berkisar 484 individu, sedangkan survey tahun 2010 jumlah populasi gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berkisar 247 individu.

 Jumlah gajah sumatera di Lampung diyakini terus menurun akibat perburuan. Menurut data WCS, dalam kurun waktu 2011 – 2015, sebanyak 18 bangkai gajah ditemukan di TNWK. Di Bulan Februari 2016, seekor gajah ditemukan mati di RPTN Rawa Bunder dalam kondisi telah membusuk dan sepasang gadingnya telah hilang. Pemantauan perdagangan gading gajah di Jakarta yang dilakukan oleh WCU juga menunjukkan bawah sekurang-kurangnya 600 pipa rokok terbuat dari gading diperjualbelikan secara terbuka dalam kurun waktu 1 tahun. Di bulan Mei 2016, BARESKRIM MABES POLRI bekerjasama dengan WCU juga berhasil menangkap seorang pedagang gading di Rawabening, Jakarta dengan barang bukti berupa 5 gading gajah utuh, ratusan perhiasan gading gajah, tongkat komando dan belasan potongan mentah gading gajah.   ****

Copyright 2007-2017 by Wildlife Conservation Society

WCS, the "W" logo, WE STAND FOR WILDLIFE, I STAND FOR WILDLIFE, and STAND FOR WILDLIFE are service marks of Wildlife Conservation Society.

Contact Information
Address: 2300 Southern Boulevard Bronx, New York 10460 Phone Number: (718) 220-5100