PENERIMA BEASISWA S2 2025

Research fellows periode 2025:


Farach najad izzati

Biologi - Universitas Gadjah Mada

Farach Najad Izzati, Sarjana Pendidikan Biologi ini sedang menempuh program Magister Biologi di Universitas Gadjah Mada. Perjalanan akademiknya didorong oleh semangat untuk mendalami kompleksitas ilmu hayat melalui pendekatan riset yang terukur dan objektif. Ia memiliki komitmen kuat dalam menerapkan standar ilmiah tertinggi pada setiap tahapan penelitian yang dijalani.

Kombinasi antara pemahaman teoretis yang mendalam dan kedisiplinan metodologis menjadi modal utama Farach dalam menganalisis serta memecahkan berbagai permasalahan biologi. Ia memandang kesempatan di Research Fellowship Program (RFP) Magister oleh Wildlife Conservation Society (WCS) Program Indonesia dengan dukungan NSF ESCAPE ini sebagai sebuah amanah untuk terus mengembangkan pengetahuan dan pengalaman sebagai peneliti. Melalui program RFP Magister, Farach bertekad menghadirkan inovasi yang solutif, tidak hanya sahih secara akademis, tetapi juga mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

=================================================


Nadhifa trihapsoro

Kedokteran Hewan - IPB University

Nadhifa Trihapsoro adalah seorang dokter hewan dengan ketertarikan yang kuat pada bidang medik satwa liar, konservasi, dan ornitologi. Ia merupakan salah satu lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2017. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nadhifa mengabdikan diri sebagai pengendali ekosistem hutan sekaligus dokter hewan rehabilitasi di taman nasional. Ia fokus pada terapi fisik untuk memulihkan fungsi mobilitas, ekstremitas, dan kualitas hidup satwa liar di Balai TN Aketajawe Lolobata.

Selama menjalankan tugasnya, ia menyadari, penyakit pada satwa liar dapat menjadi hambatan serius dalam proses rehabilitasi. Namun, upaya deteksi penyakit di lapangan sering terkendala oleh keterbatasan logistik yang dihadapi petugas veteriner. Berangkat dari tantangan tersebut, Nadhifa memutuskan untuk melanjutkan studi Magister Ilmu Biomedis Hewan di IPB dengan tujuan menemukan metode diagnostik yang tepat dan aplikatif bagi penyakit satwa liar di lapangan.

Kehadiran RFP Magister dari WCS Program Indonesia dengan dukungan NSF ESCAPE menjadi sarana penting dalam membantu Nadhifa menemukan bagian dari jawaban atas permasalahan yang ia hadapi. Melalui keterlibatannya dalam program ini, ia berharap hasil penelitian yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian satwa liar serta mendorong kemajuan profesi dokter hewan.

=================================================


La Ode al hermawan ardi

Argonomi - Universitas Sam Ratulangi

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kehutanan, La Ode Al Hermawan Ardi mendapatkan penugasan di Balai TN Bunaken. Selain menjalankan perannya sebagai ASN, ia juga menekuni profesi sebagai peternak lebah, dan Pendidikan melanjutkan studinya sebagai mahasiswa pasca sarjana di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Kelahiran Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, pada 14 Juni 1996 ini sekarang berdomisili di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Perjalanan kariernya di dunia kerja dimulai pada tahun 2016 sebagai tenaga teknis Bakti Rimbawan hingga tahun 2023, sebelum kemudian diangkat sebagai ASN pada tahun 2024 dan terus mengabdi hingga saat ini. Di luar aktivitas profesional dan akademik, La Ode memiliki kegemaran pada kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik, seperti bermain sepak bola, mendaki gunung, dan berlari

=================================================