Research fellows periode 2025:

Asni Wati
Kehutanan - Universitas Pattimura
Asni Wati adalah mahasiswi Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura, Ambon. Lahir di Ambon pada 2 April 2005, anak bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki ketertarikan mendalam pada eksplorasi dan pengembangan potensi diri di bidang kehutanan. Wawasannya kian berkembang setelah mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Mandiri di Universitas Hasanuddin pada semester lima. Pengalaman berinteraksi dengan rekan-rekan dari berbagai latar belakang budaya tersebut memotivasi dirinya untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru di luar zona nyaman. Pada semester tujuh, Asni mengasah kemampuan teknisnya melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan magang di Balai Perhutanan Sosial Ambon. Ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan strategis, mulai dari survei potensi hutan, penyusunan Rencana Kelola Perhutanan Sosial, hingga pelaksanaan tata batas wilayah. Salah satu kontribusi nyatanya adalah terjun langsung mendampingi masyarakat di Desa Tikbary dan Waelikut, Kabupaten Buru Selatan, dalam program pengembangan ketahanan pangan melalui penanaman padi gogo yang dikombinasikan dengan tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS). Melalui Research Fellowship Program (RFP), Asni berkomitmen memperluas relasi profesional dan memperkaya pengalaman praktisnya. Ia memandang program ini sebagai peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi diri sekaligus berkontribusi bagi kemajuan sektor kehutanan dan konservasi di Indonesia.
=================================================

Diva Tria Sanata
Biologi - Universitas Sebelas Maret
Mahasiswi jurusan Biologi di Universitas Sebelas Maret ini lahir dan dibesarkan di Kediri, Jawa Timur. Diva memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap isu pelestarian alam. Minatnya di kegiatan alam terbuka telah tumbuh sejak masa SMA dan terus berkembang hingga saat ini. Bagi Diva, menemukan keanekaragaman makhluk hidup di habitat aslinya merupakan kepuasan batin tersendiri. Latar belakang pendidikannya di bidang Biologi memberikan fondasi kuat baginya mendalami hobi sekaligus kompetensinya. Namun, keprihatinannya terhadap isu lingkungan yang mengancam kelestarian hidupanliar menjadi titik balik yang mendorongnya berkontribusi lebih nyata di dunia konservasi. Berawal dari pengalaman eksplorasi keanekaragaman jenis burung (avifauna), Diva kini bertekad memperluas cakrawala risetnya. Ia bercita-cita membangun karier profesional di bidang konservasi guna memastikan kelestarian biodiversitas di masa depan.
=================================================

Eva Nur
Sosiologi - Universitas Malikussaleh
Mahasiswi Program Studi Sosiologi di Universitas Malikussaleh ini memiliki dedikasi tinggi terhadap isu sosial dan pelestarian keanekaragaman hayati. Kelahiran Samalanga, Aceh, ini memiliki perspektif unik dalam menganalisis interaksi antara manusia, alam, dan struktur sosial yang memengaruhi perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Kepedulian ekologisnya diwujudkan melalui rencana penelitian mengenai persepsi masyarakat desa penyangga di Kabupaten Langkat terhadap konservasi burung rangkong di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Kajian ini merefleksikan kemampuannya dalam menghubungkan dinamika sosial dengan upaya perlindungan spesies kunci. Eva bercita-cita membangun karier sebagai perencana sosial yang fokus pada perancangan dan evaluasi program pembangunan berbasis masyarakat. Dengan mengintegrasikan aspek budaya dan lingkungan, ia ingin memastikan kemajuan sosial berjalan selaras dengan keberlanjutan ekologis. Melalui kompetensi dan semangatnya, Eva berharap dapat berkontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
=================================================

Gabriella Maria
Biologi - Institut Teknologi Bandung
Bella adalah mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung di Kelompok Keilmuan Ekologi. Lahir di Pati, Jawa Tengah, Bella aktif mengembangkan kompetensinya melalui Himpunan Mahasiswa Biologi, Unit Pengamat Burung, serta Unit Konservasi ITB. Aktivitas tersebut memperkuat keilmuannya dalam ekologi satwa liar, baik pada ekosistem terestrial maupun akuatik. Dedikasinya terhadap alam selaras dengan komitmen pribadinya untuk berperan nyata dalam pelestarian lingkungan. Di samping fokus pada bidang sains dan konservasi, Bella adalah pribadi dinamis yang menyalurkan energi kreatifnya melalui Paduan Suara Mahasiswa ITB (PSM ITB) dan Teater STEMA. Bella dikenal memiliki antusiasme tinggi dalam mengeksplorasi hal-hal baru, mulai dari olahraga, musik, kuliner, hingga aktivitas luar ruang seperti mendaki gunung dan travelling. Kombinasi antara kedisiplinan akademik dan ragam minat ini menjadikannya sosok yang adaptif dalam berbagai lingkungan kerja dan sosial.
=================================================

Kiki Fajrianty
Kehutanan - Universitas Sam Ratulangi
Kiki Fajrianty adalah mahasiswi Program Studi Kehutanan di Universitas Sam Ratulangi yang memiliki minat tinggi di bidang konservasi satwa liar. Ketertarikannya pada dunia konservasi bermula sejak di bangku SMP, tepatnya setelah ia berpartisipasi dalam Jambore Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 di TWA Batu Putih Tangkoko. Pengalaman tersebut membuka wawasannya mengenai keragaman hayati di berbagai taman nasional di Indonesia. Selama masa studi, Kiki aktif mengasah kompetensi praktisnya melalui program magang di lembaga konservasi terkemuka, seperti Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki dan Wildlife Conservation Society Program Indonesia (WCS-PI) Sulawesi Utara. Selain aktivitas akademik, ia juga aktif berorganisasi sebagai anggota Mapala Areca Vestiaria dan Kelompok Pengamat Burung dalam PC Sylva Unsrat. Rangkaian pengalaman lapangan tersebut telah membentuk keterampilannya dalam teknik observasi, pengambilan data, serta analisis dasar. Melalui Research Fellowship Program (RFP), Kiki berkomitmen meningkatkan kapasitas risetnya agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
=================================================

Larry Lowrend Ballamu
Biologi - Universitas Sam Ratulangi
Larry Lowrend Ballamu, mahasiswa Biologi di Universitas Sam Ratulangi yang memiliki dedikasi tinggi di bidang ekologi dan konservasi. Lahir di Kota Sorong, Papua Barat, Larry tumbuh besar di Raja Ampat—sebuah wilayah dengan kekayaan biodiversitas luar biasa, namun rentan terhadap tekanan lingkungan. Latar belakang tersebut menjadi motivasi kuat baginya untuk terlibat aktif dalam pelestarian ekosistem dan hidupanliar di Indonesia. Selama masa studi, Larry menunjukkan prestasi akademik dan keaktifan riset yang menonjol. Ia merupakan penerima Beasiswa Bakti BCA 2024, peserta ON-MIPA, serta anggota tim PPK ORMAWA HIROSI yang berhasil lolos ke ajang Abdidaya ORMAWA 2024. Pengalaman penelitiannya mencakup berbagai spektrum, mulai dari identifikasi dan pengelolaan mangrove, inventarisasi tumbuhan riparian, studi keanekaragaman burung, hingga analisis kesesuaian habitat peneluran penyu hijau. Keberhasilannya lolos dalam Research Fellowship Program (RFP) oleh WCS tahun 2025 semakin memperkuat kompetensinya sebagai peneliti muda. Dengan visi jangka panjang untuk membangun organisasi nirlaba di bidang konservasi, Larry berkomitmen mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan pengalaman lapangannya guna mendukung upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia.
=================================================

Maria Marfitia Putri Nurak
Kehutanan - Universitas Nusa Cendana
Maria Marfitia Putri Nurak, yang akrab disapa Fitri, merupakan mahasiswi Program Studi Kehutanan di Universitas Nusa Cendana. Lahir di Maumere, Flores, Fitri adalah anak kedua dari empat bersaudara yang memiliki antusiasme tinggi dalam bidang akademik dan organisasi. Sejak tahun 2023, Fitri mulai menekuni dunia herpetofauna dengan bergabung dalam kelompok studi herpetologi. Ia aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lapangan, mulai dari pengamatan malam hingga keterlibatan berkelanjutan dalam Gerakan Observasi Amfibi Reptil Kita (GO ARK). Kompetensinya di bidang ini membawanya mewakili kelompok studi tersebut dalam ajang Biodiversity Conservation and Ecotourism Symposium 2025 di Yogyakarta. Di samping keahlian teknisnya, Fitri memiliki kemampuan komunikasi yang unggul, yang dibuktikan dengan pencapaiannya sebagai Juara II lomba debat bahasa Inggris tingkat fakultas selama dua tahun berturut-turut (2023–2024). Ia juga aktif berkontribusi dalam organisasi intra kampus melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Kehutanan. Kombinasi antara pengalaman riset lapangan dan keterampilan interpersonal menjadikannya sosok calon rimbawan yang kompetitif dan berwawasan luas.
=================================================

Naufal Syawa
Biologi - Universitas Sumatera Utara
Naufal Syawa adalah mahasiswa Biologi di Universitas Sumatera Utara yang fokus pada bidang ekologi, konservasi satwa liar, dan pengelolaan ekosistem. Dengan kombinasi pengalaman lapangan dan praktikum laboratorium, Naufal telah membangun fondasi teknis yang kuat dalam mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Selama menjalani praktik kerja di BKSDA Aceh dan Wildlife Conservation Society (WCS-IP), Naufal terlibat aktif dalam pengambilan data lapangan, analisis data, serta dokumentasi kegiatan konservasi. Kompetensi teknisnya kian diperkuat di Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), di mana ia mengasah keterampilan Sistem Informasi Geografis (GIS) melalui proses pemetaan, digitasi spasial, dan analisis geoinformasi. Selain keahlian teknis, Naufal memiliki kemampuan manajerial yang teruji melalui perannya sebagai Sekretaris Departemen Sosial HIMABIO. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab atas pengelolaan linimasa program, koordinasi kegiatan, dan alokasi sumber daya. Pengalaman akademiknya juga diperkaya dengan peran sebagai asisten laboratorium yang bertugas mendukung kelancaran pelaksanaan praktikum ekologi bagi rekan-rekan mahasiswa.
=================================================

Rikky Rikardus
Ilmu Perikanan - Universitas Teknologi Sumbawa
Rikky Rikardus adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Perikanan di Universitas Teknologi Sumbawa yang meminati pelestarian ekosistem perairan. Lahir di Nunukan, Kalimantan Utara, putra daerah perbatasan Indonesia-Malaysia ini tumbuh dengan semangat kepemimpinan yang kuat. Dibuktikan melalui perannya sebagai ketua kelas selama empat tahun berturut-turut di SMKN 1 Nunukan hingga dipercaya menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Perikanan di tingkat universitas. Ketertarikan mendalam pada dunia kelautan mendorong Rikky untuk aktif terlibat dalam berbagai inisiatif konservasi laut dan pesisir. Ia telah berkolaborasi dengan sejumlah yayasan lingkungan di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui serangkaian pengalaman lapangan tersebut, Rikky mengasah kemampuannya dalam manajemen organisasi serta adaptasi di lingkungan yang dinamis. Selain memiliki kompetensi teknis di bidang perikanan, keterlibatannya dalam organisasi Sispala dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) telah membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan solutif. Dikenal sebagai pribadi yang ramah dan suportif, Rikky berkomitmen untuk terus membawa dampak positif bagi pengembangan sektor perikanan dan konservasi sumber daya laut di Indonesia.
=================================================

Tri Nugraheni
Biologi - Universitas Indonesia
Mahasiswi FMIPA Universitas Indonesia yang akrab disapa Nunung ini memiliki minat di bidang genetika konservasi. Dedikasinya terhadap dunia konservasi bermula dari berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang menyadarkannya bahwa masyarakat merupakan garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Pandangan tersebut semakin menguat setelah ia menjalani program magang di Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA). Selama hampir dua bulan, Nunung berkesempatan melakukan pendampingan langsung bagi masyarakat adat Negeri Akoon di Nusalaut, Maluku Tengah. Pengalaman lapangan ini memberinya pemahaman mendalam mengenai ikatan biokultural yang kuat antara masyarakat adat dan ekosistem mereka, sekaligus menyadari adanya kesenjangan akses terhadap keahlian teknis konservasi di tingkat tapak. Termotivasi oleh minimnya tenaga ahli di bidang genetika konservasi di Indonesia, Nunung berkomitmen mengisi peran tersebut. Ia memiliki visi menjembatani ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal guna mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
=================================================

Veronika Aprillia Andriani
Kehutanan - Universitas Nusa Cendana
Veronika Aprillia Andriani, atau yang akrab disapa Vero, adalah mahasiswi semester tujuh Program Studi Kehutanan di Universitas Nusa Cendana yang fokus pada bidang Konservasi Sumber Daya Alam. Sebagai mahasiswa aktif, Vero memiliki rekam jejak organisasi yang kuat, sebagai sekretaris di Himpunan Mahasiswa Prodi Kehutanan, panitia Pekan Kerja Mahasiswa Rimbawan (PKMR), dan Kelompok Studi (KS) Herpetologi Undana. Saat ini, Vero aktif mengembangkan kepakarannya di KS Herpetologi Undana sebagai wadah mengasah keterampilan teknis di bidang herpetofauna. Ia memiliki kompetensi dalam identifikasi jenis amfibi dan reptil, pengambilan data morfometri (mengukur dan menimbang berat tubuh satwa), hingga fotografi hidupan liar di habitat aslinya. Selain keahlian lapangan, ia juga cakap dalam mengelola data riset menggunakan Microsoft Excel. Dedikasinya di bidang ini membuahkan prestasi sebagai Juara II pada ajang Gerakan Observasi Amfibi Reptil Kita (GO ARK) 2023. Pengalaman profesionalnya kian diperkaya melalui keikutsertaannya dalam pelatihan survei keanekaragaman hayati di Pulau Rote pada Juni 2025. Dengan kombinasi kemampuan manajerial dan teknis lapangan, Vero berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya penelitian dan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
=================================================