Terms of Reference
Posisi : HWCM Team
Job Grade : Band 1 - Class Support & General
Program/Unit : Forest/HWCM
Lokasi Kerja : Lanskap Leuser. Khusus di Kabupaten
Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang
Durasi Penugasan : 1 Year
Ruang Lingkup:
Wildlife Conservation Society Program Indonesia (WCS-PI) telah tumbuh signifikan selama beberapa dekade terakhir dan berkontribusi dalam mendukung Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Kehutanan (Kementhut), dalam melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. WCS-IP terstruktur dibawah lima program tematik inti: Forests, Marine, Wildlife Trade & Policy, One Health, dan Rights & Communities. Kelima program tersebut didukung oleh unit lintas sektoral yaitu Science & Technology, Conservation Network & Partnership, dan Operations. Di bawah Forest Program, WCS-IP bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem untuk meningkatkan pengelolaan kawasan lindung dan perlindungan satwa liar melalui pendekatan ilmiah, pengembangan kapasitas, dan keterlibatan masyarakat.
Forest Program beroperasi di tujuh provinsi di Indonesia, menggunakan pendekatan berlapis untuk melaksanakan lima kegiatan program inti. Kegiatan-kegiatan ini mencakup pemantauan hutan dan populasi spesies kunci, melakukan patroli SMART, mitigasi konflik manusia-satwa liar, pengelolaan dan reintroduksi spesies, membantu pengelolaan kawasan lindung, dan mendorong lanskap dan infrastruktur berkelanjutan. Aceh dan Sumatra Utara merupakan salah satu provinsi prioritas WCS-PI karena bentang alam dan lautnya yang kaya akan keanekaragaman hayati. Provinsi ini memiliki salah satu hutan tropis paling utuh di Indonesia dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Suaka Margasatwa Singkil (SMRS) sebagai intinya. Wilayah pesisirnya juga memiliki ekosistem penting berupa lahan gambut, bakau, dan lamun, serta ekosistem laut dengan terumbu karang utuh dan sumber daya hayati yang kaya.
Dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai pendekatan, meliputi respon konflik, penyadartahuan masyarakat, penguatan kapasitas masyarakat melalui konsep Masyarakat Desa Mandiri (MDM), pengenalan Tiger Proof Enclosure (TPE), serta pengembangan komunikasi dan kolaborasi dengan para pihak terkait. Dalam memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut di butuhkan satu orang team HWCM.
Tugas dan Tanggung Jawab
- Melaksanakan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah – wilayah yang berpotensi mengalami konflik antara manusia dan satwa liar melalui pendekatan Masyarakat Desa Mandiri (MDM), khususnya di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang dan Desa MDM Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan konflik secara berkelanjutan.
- Meningkatkan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan konflik manusia dan satwa liar melalui kegiatan penyadartahuan, pelatihan, pendampingan teknis, serta pengenalan dan pengembangan sarana mitigasi konflik, termasuk pembangunan Tiger Proof Enclosure (TPE) dan pembuatan jeduman (alat mitigasi), khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang.
- Melaksanakan respon konflik manusia dan satwa liar bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait sesuai arahan Supervisor HWCM, yang mencakup penerimaan informasi, verifikasi lapangan, penanganan kasus, pendampingan masyarakat terdampak, serta evaluasi kejadian konflik sebagai dasar penguatan strategi mitigasi di masa mendatang, khususnya di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang.
- Melaksanakan patroli dan pemantauan desa di wilayah sekitar batas kawasan hutan untuk mengidentifikasi potensi konflik manusia dan satwa liar, memetakan tingkat kerawanan konflik, serta mengumpulkan informasi terkait aktivitas kejahatan bidang kehutanan yang terjadi di desa-desa penyangga kawasan hutan, khususnya di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang.
- Mendukung pengelolaan data dan informasi program HWCM melalui penginputan dan pembaruan data ke dalam sistem Smart WRU, serta melakukan pembaruan basis data dan pemantauan perkembangan desa-desa MDM, khususnya Desa MDM di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang.
- Mendukung penyusunan laporan kegiatan program dengan menyiapkan laporan bulanan, laporan insidental, dokumentasi kegiatan, serta bahan pendukung lainnya sesuai kebutuhan program dan arahan Fasilitator HWCM, guna memastikan tersedianya informasi yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tugas dan Tanggung Jawab Lainnya
- Melaksanakan komunikasi dan koordinasi secara efektif dengan Fasilitator HWCM Aceh Timur dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan lapangan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai target, prioritas program, dan standar operasional yang telah ditetapkan.
- Mendukung Fasilitator HWCM Aceh Timur dan HWCM Supervisor dalam penyusunan, pengembangan, dan implementasi strategi mitigasi konflik manusia dan satwa liar di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang, berdasarkan kebutuhan lapangan, data konflik, serta masukan dari para pemangku kepentingan terkait.
- Mendukung pengembangan dan pemeliharaan hubungan kerja yang konstruktif baik di lingkungan internal organisasi maupun dengan para pihak eksternal, termasuk UPT, UPTD, mitra kerja, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar.
- Memastikan perencanaan, pengajuan, dan penggunaan anggaran kegiatan dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel berdasarkan kesepakatan dengan Fasilitator HWCM Aceh Timur, serta sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan ketentuan keuangan yang berlaku di WCS Program Indonesia.
- Mengelola penggunaan dana operasional (advance) sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui, serta memastikan pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan dilakukan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan organisasi.
- Menjaga, merawat, dan memastikan kesiapan operasional seluruh peralatan kerja lapangan, termasuk kendaraan roda dua dan perlengkapan pendukung lainnya, agar selalu berada dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan program.
- Mengoperasikan kendaraan roda dua secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menerapkan prinsip keselamatan kerja selama pelaksanaan tugas di lapangan.
- Mewakili WCS Indonesia Program dalam pertemuan, koordinasi, konsultasi, atau kegiatan lain yang relevan, berdasarkan arahan HWCM Supervisor dan sepengetahuan Fasilitator HWCM, serta menyampaikan informasi, hasil diskusi, dan tindak lanjut kepada pihak terkait secara tepat dan profesional.
Persyaratan
Latar Belakang Pendidikan:
- SLTA sederajat / S1 Kehutanan, Biologi, Komunikasi
Pengalaman Kerja :
- Diutamakan mempunyai pengalaman bekerja tentang survei keanekaragaman hayati (biodiversity) dan Pengelolaan mitigasi konflik manusia dengan satwa liar minimal satu (3) tahun
Kemampuan yang harus dimiliki
- Mampu bekerja secara penuh di desa – desa, terutama desa terpapar konflik manusia dengan satwa liar, selama dibutuhkan dalam keadaan situasi konflik terjadi;
- Mampu dan menguasai berbagai teknik pendekatan komunikasi terhadap masyarakat desa, terutama bekerja bersama dengan masyarakat dalam rangka memperkuat Desa Masyarakat Desa Mandiri/MDM;
- Diutamakan memiliki pengalaman min 1 tahun tentang keanekaragaman hayati (biodiversity) dan Pengelolaan mitigasi konflik manusia dengan satwa liar.
- Menguasia aplikasi SMART
Kirimkan surat lamaran dan CV dalam Bahasa Indonesia kepada idrecruitment@wcs.org dengan mencantumkan subject “HWCM Team_(Nama)” paling lambat pada 25 Oktober 2026. Tidak ada korespondensi karena hanya kandidat terpilih yang akan mendapat notifikasi.